Sejarah Kulit
Kulit adalah salah satu penemuan manusia yang paling awal dan paling berguna. Nenek moyang kita menggunakan kulit untuk melindungi diri dari unsur-unsur. Manusia primitif diburu hewan liar untuk makanan, kemudian membuat pakaian, alas kaki dan kasar tenda dari kulit. Seperti itu, menyembunyikan digunakan saat ini adalah produk sampingan. Hewan yang dibesarkan untuk industri daging, susu dan wol, bukan untuk menyembunyikan mereka. Kira-kira setengah dari semua kulit yang diproduksi saat ini digunakan untuk membuat sepatu, dan sekitar 25% untuk pakaian. Tuntutan Pelapis hanya sekitar 15% dari total produk.
Proses tanning dari awal 1900-an.


Lukisan dinding dan artefak di makam-makam Mesir dating kembali ke 5000 SM menunjukkan bahwa kulit digunakan untuk sandal, pakaian, sarung tangan, ember, botol, kain kafan untuk menguburkan orang mati dan untuk peralatan militer. Orang Yunani kuno yang dikreditkan dengan mengembangkan formula tanning menggunakan kulit pohon tertentu dan daun direndam dalam air untuk menjaga kulit. Ini adalah rekaman pertama sayuran kulit tersamak, yang menjadi trade mapan di Yunani sekitar 500 SM Sayuran kulit kecokelatan masih diproduksi hari ini dan tetap menjadi bahan aktif dalam tannages modern. Bangsa Romawi membuat ekstensif menggunakan kulit untuk alas kaki, pakaian, dan peralatan militer termasuk perisai, pelana dan memanfaatkan.
Karena daya tahan dan kenyamanan, kulit telah digunakan untuk tempat duduk sepanjang sejarah transportasi dan furniture. Itu selalu menjadi bahan yang ideal untuk membuat pelana dan taktik, serta alas kaki. Selama Abad Pertengahan, kulit menjadi sampul pilihan untuk kursi makan, karena itu mudah untuk mempertahankan dan tidak menyerap bau makanan.
Penyebaran industrialisasi pada abad ke-18 dan ke-19 menciptakan permintaan untuk jenis baru dari kulit, seperti kulit belting untuk mendorong mesin. Penemuan mobil, permintaan lebih lembut, alas kaki ringan dengan penampilan modis, dan suatu kenaikan umum dalam standar hidup menciptakan permintaan untuk lembut, kenyal, kulit berwarna-warni. Sayuran kulit kecokelatan tradisional terlalu keras dan tebal untuk persyaratan ini dan dengan demikian, penggunaan garam kromium diadopsi dan chrome tanning menjadi standar untuk sepatu, fashion dan pelapis yang modern kulit.

Teknologimodern telah memungkinkan untuk inovasi dalam industri kulit, sebagai pengembangan bahan kimia dan metode pengolahan yang canggih telah sangat memperluas estetika dan nuansa kulit serta kemungkinan aplikasi. Kulit terus menjadi bahan pilihan, bukan hanya untuk furniture komersial dan residensial tapi untuk otomotif, penerbangan dan aplikasi laut juga.
Sejarah Tas.

Kapan sejarah tas dimulai ?? Tentu tidak ada yang tahun kapan sejarah tas itu bermula dan tidak ada yang tahu kapan pertama kali tas ditemukan. Hal ini ajar saja karena setiap manusia pasti menggunakan wadah tertutup yang dapat dibawa berpergian itulah yang dinamakan tas.Materi untuk membuat tas antara lain adalah kertas, plastik,kulit, kain dan lain-lain.Biasanya digunakan untuk membawa pakaian , buku, dan lain-lain.
Sejarah awal mula tas mungkin berawal pada jaman prasejarah, dimana tas yang terbuat pada saat itu masih menggunakan kulit dan kayu sebagai bahan dasarnya. Tas yang terbuat dari kulit dipergunakan untuk membawa bahan makanan, sedangkan yang terbuat dari kayu biasanya untuk membawa batu atau kayu potong.Tas yang dapat digendong dipunggung disebut ransel, sedangkan tas yang besar untuk memuat pakaian disebut Koper.Ada pula tas yang hanya berbentuk kotak yang biasa digunakan oleh kaum wanita untuk membawa peralatan kecantikannya, biasanya disebut dengan tas kecantikan atau beauty case.
Sejarah awal mula tas mungkin berawal pada jaman prasejarah, dimana tas yang terbuat pada saat itu masih menggunakan kulit dan kayu sebagai bahan dasarnya. Tas yang terbuat dari kulit dipergunakan untuk membawa bahan makanan, sedangkan yang terbuat dari kayu biasanya untuk membawa batu atau kayu potong.
Baru pada abad ke-14 bahan yang digunakan untuk membuat tas mengalami pengembangan dari yang sebelumnya kulit dan kayu, menjadi kain, vinyl, dan kulit sintetis. Kenapa kulit sintetis digunakan untuk membuat tas ?untuk menjaga kekurangan bahan kulit, maka kurang lebih dari 70% bahan yang digunakan untuk membuat tas adalah imitasi atau tiruan. Jika bahan asli kulit tidak tersedia lagi, kulit tiruan menjadi alternatif lain untuk digunakan. Selain bahan-bahan kulit, kertas tebal juga digunakan dalam pembuatab tas. karena bahan tersebut dapat menjadi alternatif pengganti kulit asli ketika bahan kulit asli sedang habis.Hal ini terlihat dari kehidupan orang-orang Cina pada zaman Disnati Tang, yang biasa menggunakan tas dari kertas untuk menyimpan teh maupun membawa barang lainnya.
Dimesir orang orang memakai tas pinggang kemanapun mereka pergi. Tas pinggang tersebut diikatkan kencang di pinggang mereka. Sulaman dan perhiasan yang ada pada tas tersebut, menunjukkan status sosial mereka, karenanya semakin sulit tas tersebut dibuat maka makin tinggi statusnya.
Pada abad ke-16 handbag dibuat untuk keperluan sehari hari. Handbag pada saat itu terbuat dari bahan kulit dengan tambahan kancing pengikat dibagian atasnya. Pada masa ini tas travel diciptakan lebih besar dari biasanya dan dipergunakan oleh para travel dalam posisi menyilang.
Pada abad ke-17 perkembangan tas menjadi lebih bervariasi, model yang terkenal pada masa kini adalah tas kecil yang dibawa pada beragam kesempatan.Para wanita membuat sulaman tas yang sangat cantik dan unk, biasanya ini dikhususkan untuk pernikahan mereka.

Pada abad ke-18 seiring dengan penemuan kereta uap dan perkembangan tren busana Neo-Classical, membuat tas tangan menjadi lebih berkembang bukan hanya sebagai pembawa barang tapi juga membawa aksesoris kecantikan bagi para wanita. dalam abad ini jga ditemukan koper yang digunakan untuk bepergian.
Pada abad ke-19 penggunaan kata handbag mulai ditunjukkan pada tas yang dibawa dengan dijinjing dan biasanya dibawa oleh wanita. Hal ini karena merupakan cikal bakal dan inspirasi untuk tas dalam dunia fashion, dimana pengguna tas tidak harus selalu sesuai dengan pakaian yang dipakai.
#taskulit #taskulitjogja #taskulitpremium #leatherbags #brandedbags #taskulitasli #produsentaskulit #totebags #radoce #radocebags #souvenirkulit #pabriktaskulit #hermes #louisvuitton #coach #gucci #fendi #channel #prada #dolce&gabbana
