Kulit hasil penyamakan atau yang biasa disebut ‘leather’ adalah kulit-kulit binatang yang bisa dipakai untuk pembuatan produk-produk pakaian seperti sepatu, tas, dompet, dan sebagainya. Kulit yang sudah jadi tersebut telah melalui proses penayamakan kulit atau biasa disebut dengan ‘tanning’. Dalam pembuatan produk-produk berbahan kulit memang tidak mudah karena tidak semua kulit bisa diproses untuk dijadikan sebuah produk. Bahan kulit yang biasa digunakan adalah sapi, kambing, domba, buaya, ular, babi, kangguru dan ikan pari. Barangkali ada selain itu, namun biasanya sangat jarang dan disini saya membahas hal-hal secara umum saja. Dapat dikatakan untuk proses penyamakan kulit itu tergolong sulit karena untuk penyediaan alat-alat dan mesinnya pun harus mengimpor dari luar negeri dengan harga yang sudah barang tentu tidak murah. Ditambah dengan obat-obat kulit yang tidak mudah didapat di dalam negeri sehingga haarus mengimpor pula dari luar. Satu hal yang tidak harus mengimpor dari luar negeri adalah garam dan kapur. Karena di Indonesia garam dan kapur sangat berlimpah. Dalam pembuatan kulit ada beberapa proses penting yaitu penggaraman-pengapuran-batting (penghilangan protein)-retanning-crusting dan finishing. Dari hasil finishing tersebut terbagi ke dalam 2 jenis kulit finish yaitu full grain dan corected grain.
1. Full Grain
Full grain adalah jenis kulit finishing yang tidak menggunakan proses modifikasi pada permukaan atau grain kulit sehingga motif ‘grain’ atau pori kulit masih natural atau original.
2. Corected Grain
Corected Grain Ini adalah jenis kulit finishing yang pori kulit atau grain-nya sudah dimodifikasi/dirubah baik dengan proses amplas (buffing) atau pengecetan (roll coating) sehingga permukaan grain-nya sudah tidak sesuai dengan grain kulit aslinya. Jenis kulit corected grain sangat banyak ragamnya. Jika diamplas (buffing) lalu digosok (brushing) hingga menghasilkan bulu-bulu tipis halus ini termasuk jenis kulit nubuck. Jika setelah diamplas (buffing) lalu diberi cairan oil (minyak) sehingga menghasilkan efek ‘pull up’ yaitu jika ditekan akan memudakan warna kulit maka ini termasuk kelompok kulit ‘crazy horse’. Dan jika setelah diamplas (buffing) lalu diberi cat (roll coating) sehingga permukaannya seperti plastik maka ini termasuk kulit ‘pattern’. Dan jika tanpa buffing lalu dispray dan dilakukan proses milling itu disebut madrid. Untuk dapat membedakan mana kulit full grain dan corected grain tentu kita harus mengetahui yang mana pori kulit (grain) yang asli dan yang mana permukaan kulit yang telah dimodifikasi. Kemudian biasanya full grain proses finishingnya tanpa buffing, tanpa milling, tanpa roll coating dan tanpa menggunakan oil. Jadi hanya spray warna biasa dan cacat kulit dapat terlihat dengan jelas karena belum ditutup dengan covering apapun.
3.Nappa Leather
Mulanya hanya kulit domba yang dinamakan Nappa. Tetapi belakangan ini kata ‘Nappa’ menjadi istilah kulit lain yang berarti ‘lembut’ seperti kulit sapi Nappa.
4.Patched Leather
Setelah kulit disamak, dicelup dan melalui proses akhir (finishing) sesuai keinginan, pengrajin yang terlatih kemudian memilih kulit yang cocok dalam warna dan teksturnya. Masing-masing lembaran kulit kemudian dipotong dengan tangan ke dalam ukuran yang berbeda-beda, lalu dijahit ke dalam
corak-corak berbentuk mosaik menjadi produk akhir yang berbeda dari lainnya.
5.Patent Leather
Ketika kulit sapi dikerjakan dengan bahan akhir yang protektif seperti cat acrylic atau bahan tahan air untuk memproduksi hasil akhir yang sangat mengkilap.
6.Nubuck Leather
Kulit aniline penuh yang telah dihaluskan/diratakan untuk menciptakan bintik (naps). Nubuck termasuk Top Grain Leather sehingga tak bisa dikategorikan sebagai Split atau Suede. Permukaan kulit aniline Nubuck disikat untuk menciptakan tekstur seperti beludru, sehingga seringkali dikira suede. Suede adalah bagian dalam dari potongan kulit, sedangkan Nubuck adalah efek yang timbul dari pengerjaan di bagian luar kulit.
7.Suede Leather
Ketika kulit di-finish melalui penghalusan dengan roda emory untuk menciptakan suatu permukaan yang berbintik (naps). Suede terbuat dari lapisan yang dipisahkan dari bagian top grain suatu kulit.
8.Pull-up Leather
Kulit yang memperlihatkan efek warna meretak bila kulit ditarik ketat. Kulit ini menggunakan bahan celup full aniline, dan sebagai tambahan memiliki sejenis minyak dan/atau wax aplikasi, yang menyebabkan warna menjadi terlihat lebih muda ketika kulit ditarik.
